Minyak Zaitun: Beda Jenis, Beda Penggunaannya

Perbedaan Olive Oil

Penggunaan minyak zaitun boleh dibilang masih jarang di masyarakat Indonesia. Penggunaan olive oil secara umum dibagi menjadi dua: dikonsumsi dan penggunaan luar (kulit dan rambut). Tapi ternyata minyak zaitun memiliki banyak jenis, sebagai contoh adalah pada gambar di atas. Sebenarnya apa perbedaannya dan mana yang lebih baik? mari kita pelajari bersama.

Perbedaan pertama dari warna. Seperti gambar diatas dimulai paling kiri memiliki warna yang lebih gelap, semakin ke kanan semakin terang.

Perbedaan kedua dari tulisan tertera di botol, dimulai dari kiri Extra Virgin, Originale, dan Extra Light in Flavor Oilive Oil.

Extra Virgin Olive Oil

Merupakan perasan pertama dari buah zaitun, memiliki warna yang lebih gelap, rasa buah zaitun lebih kuat, memiliki tingkat asam kurang dari 0.225%. Ini adalah minyak zaitun yang paling mahal karena biasanya hanya didapat 5% dari proses pengolahan buah zaitun dan prosesnya tanpa kimiawi. Minyak zaitun ini cocok dijadikan sebagai dress salad atau sekedar diminum sebagai pengobatan. Atau pengalaman pribadi saya mencampur zaitun tipe ini pada makanan yang siap makan, misal sama dicampur sama gulai kambing, pecel madiun, tumis kangkung, atau yang lainnya he he. Oh iya ini juga bagus untuk MPASI bayi usia 6 bulan.

Hal ini karena zaitun memiliki banyak nutrisi didalamnya.

Allah Azza wa Jalla berfirman : “…yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api…” (QS. An Nur:35).

Dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Konsumsilah minyak Zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak Zaitun dibuat dari pohon yang penuh dengan berkah.” (HR: At Tirmidzi dan Ibnu Majah).

“Gunakanlah minyak Zaitun sebagai lauk dan gunakanlah sebagai minyak rambut karena ia berasal dari pohon yang penuh dengan berkah.” (HR: Al Baihaqi dan Ibnu Majah).

Yang perlu digarisbawahi adalah Minyak Zaitun Extra Virgin tidak boleh terpapar panas tinggi karena mengurangi nutrisi bahkan berubah jadi zat yang berbahaya. Oleh karena itu minyak zaitun ini tidak boleh dipakai untuk menumis apalagi menggoreng.

Originale Olive Oil

Atau kadang dinamakan pure olive oil. Merupakan perasan kedua dan memiliki tingkat keasaman kurang dari 0.8%. Atau kadang zaitun ini adalah campuran antara extra light dengan extra virgin. Warna sedikit lebih terang dan rasa lebih ringan dibanding extra virgin. Prosesnya biasanya sudah ada proses kimia agar hasil minyak zaitun lebih banyak. Minyak ini cocok digunakan untuk menumis, memanggang, dan dijadikan bahan acar.

Extra Light Olive Oil

Minyak zaitun yang memiliki warna paling bening dan rasa paling ringan. Merupakan hasil sisa-sisa proses perasan buah zaitun. Baik digunakan untuk menggoreng dan memanggang.

Yang perlu dicatat bahwa minyak zaitun digunakan sekali saja ketika menggoreng, tidak seperti minyak goreng yang bisa digunakan beberapa kali.

Dari catatan ini kita bisa menentukan Minyak Zaitun apa yang kita butuhkan.

Referensi:

Leave a Reply