Bagaimana Minyak Esensial Bekerja (1)

Bagaimana Minyak Esensial Bekerja

Berikut ini adalah terjemahan dari sebuah tulisan berkaitan tentang Minyak Esensial. Dari seseorang yang awalnya skeptis dan akhirnya merupakan pengguna setia minyak esensial (link).

Beberapa orang mungkin akan skeptis dengan istilah herbal, minyak esensial, dan yang sejenisnya. Terutama di saat seperti sekarang ini yang serba modern dan pengobatan juga selalu mengikuti standard medis (baca: rumah sakit).

Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul berkaitan dengan essential oil:

  • Apakah benar-benar efektif?
  • Bagaimana minyak tersebut bekerja?
  • Apakah ini sekedar iseng-iseng/coba-coba atau bahkan scam/penipuan?
  • Mengapa tidak banyak penelitian ilmiah yang dilakukan berkaitan dengan essential oil?
  • Bagaimana dengan isu-isu yang berkaitan dengan keamanan dalam penggunaan?
  • Bagaimana saya mengatasi tentang informasi yang berseberangan terkait kemurnian dan penggunaan?

Yang perlu digaris bawahi: bagaimanapun menggunakan sesuatu yang alami adalah lebih baik tapi disisi lain kita tidak mau membuang-buang uang dan waktu.

Ketika Cerita itu Bermula

Pengalaman nyata pertama kali bersentuhan dengan essential oils (selain dari penggunaan minyak esensial eucalyptus di humidifier ketika anak saya terserang radang tenggorokan) adalah melalui sepupu saya. Dia memberiku sepaket kecil minyak esensial sekaligus informasi pendukung untuk mencoba. Sampai pada suatu kesempatan aku menggunakannya (yakni lavender dan melaleuca) untuk mengatasi infeksi saluran pendengaran. Infeksi tersebut sembuh dengan sangat cepat dan saya yakin itu adalah pengaruh dari minyak esensial tersebut, tapi disisi lain saya memiliki banyak sekali pertanyaan dan saya mencoba mencari jawabannya.

Setelah melakukan pencarian, tidak semua jawaban saya temukan tapi setidaknya ada beberapa point yang saya pegang. Tujuan akhir saya bukan menjadi seorang yang ahli dalam bidang minyak esensial tapi setidaknya saya teredukasi dan akhirnya membuat keputusan bahwa Minyak Esensial bisa menjadi andalan penjagaan kesehatan keluarga di rumah untuk kebutuhan jangka panjang.

Yang menjadi catatan juga bahwa saya melakukan peneletian sebaik mungkin dengan waktu dan resources yang dimiliki. Saya juga melakukan komparasi dari berbagai macam sumber.

Jadi mari kita ambil sebutir garam dan kita mulai!

Apa itu Essential Oils?

Dulu saya salah dalam mengartikan minyak esensial sebagai aroma therapy. Walaupun tidak salah 100% tapi setidaknya definisi yang tepat akan menggambarkan dengan benar. Minyak esensial (atau kadang disebut sebagai minyak atsiri) didapatkan dari tanaman dengan cara destilasi atau dengan memeras hingga keluarlah cairan/minyak yang memiliki sifat ‘penting (baca: bermanfaat)’ baik dari aroma maupun susunan kimiawi-nya.

Bagaimana Minyak Esensial Bekerja?

Penelitian ilmiah ataupun uji klinis modern masih sangat sedikit yang membahas minyak esensial. Kebanyakan uji klinis mengharuskan pengujian dengan aplikasi langsung atau melihat efek aroma bagi suasana hati pasien. Berikut ini tentu bukanlah deskripsi lengkap dari bagaimana minyak esensial bekerja tapi setidaknya informasi yang berceceran bisa dirangkai menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Minyak atsiri terdiri dari molekul sangat kecil yang mudah diserap. Setiap minyak memiliki komposisi kimia yang unik; yakni komposisi terpen (hidrokarbon tak jenuh), ester, oksida, alkohol, fenol, keton, dan aldehida. Komponen-komponen ini berinteraksi dengan sistem tubuh dan, tergantung pada minyak esensial yang terkandung dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan sel bantuan, membantu menghilangkan racun, membunuh bakteri dan virus, dan sebagainya.

Beberapa orang berpendapat bahwa minyak esensial bukan sekedar dilihat dari komposisi kimia tapi juga integritas dan penanganan minyak terkait dengan manfaatnya. Berikut adalah manfaat minyak esensial yang berkaitan dengan karakteristik kimia-nya.

  • Terpen – menghambat akumulasi toksin dan melepaskan mereka dari hati dan ginjal
  • Ester – anti-jamur, menenangkan, anti-inflamasi, anti-bakteri, anti-virus
  • Oksida – ekspektoran, antiseptik, anestetik
  • Alkohol – antiseptik, anti-virus, anti-bakteri, merangsang sistem immunes
  • Fenol – wangi, antiseptik, anti-acterial, mungkin anti-cancerious
  • Keton – merangsang regenerasi sel, melonggarkan lendir
  • Aldehida – anti-infeksi, obat penenang, iritasi topikal, menenangkan ketika dihirup

Contoh: minyak esensial lavender 40%-nya merupakan linalyl acetate (gambar di bawah), yang merupakan salah satu ester. Penelitian menunjukkan bahwa linalyl acetate berfungsi anti-inflamasi, penenang, anti-bacterial, dan anti-virus. Sempurna! jadi sangat beralasan menggunakan minyak lavender untuk tidur yang lebih nyenyak dan juga bisa digunakan sebagai pertolongan pertama.

Linalyl acetate on lavender essential oil

Linalyl acetate on lavender essential oil

Aroma/Bau. Ketika Anda mencium minyak, silia dan reseptor sel penting dalam organ penciuman menerima aroma dan mengirim sinyal ke sistem limbik otak (yang merupakan pusat memori dan emosi). Adanya sinyal tersebut bisa memicu otak untuk melakukan perintah terkait kontrol tekanan darah, denyut jantung, pernapasan, keseimbangan hormon, dan banyak lagi.

Penyerapan. Ketika minyak esensial yang diserap melalui kulit atau paru-paru, mereka memasuki cairan dan didistribusikan ke seluruh tubuh, dimana kandungan kimia mereka dapat berinteraksi dengan sistem tubuh lainnya.

BERSAMBUNG ke Bagaimana Minyak Esensial Bekerja (2)

Leave a Reply