Tentang Toilet Training (Part 2)

Toilet Training Part 2

gambar dari http://www.today.com


Sebelumnya pada postingan toilet training part 1 kita telah mengetahu bagaimana tanda-tanda anak siap memasuki fase toilet training. Pada postingan kali ini kita akan memahami langkah dasar toilet training.

Langkah Ketiga; Langkah Dasar Toilet Training

Pilih hari di mana anda berada di rumah seharian. Biarkan anak makan, minum, dan bermain seperti biasanya.
Mulailah latihan beberapa jam pada pagi dan sore hari. Caranya: setiap 30 menit ajak anak ke toilet. Terutama 30 menit setelah makan atau setelah mandi. Jangan memakai pospak (popok sekali pakai) atau cloth diaper, cukup memakai celana dalam (CD) atau training pants (TP). Setelah sesi latihan selesai, anak bisa memakai pospak atau clodi kembali.
Ketika anak dibawa ke toilet cukup waktu 5 menit, karena jika terlalu lama anak akan merasa seperti dihukum. Ajarkan bagiamana cara pee dan pup yang benar, cara cebok, dan membasuh tangan setelah selesai menggunakan toilet.
Gunakan pakaian yang mudah dilepas. Jika udara panas, anak sesekali bisa dilepas bajunya/atasan jadi hanya memakai celana. Latihan ini dilakukan berulang bertujuan agar anak mengingat bahwa pee dan pup tempatnya di toilet. Ibu bisa juga menambahkan berupa pujian/hadiah jika anak berhasil pee dan pup di toilet.
Dalam sesi latihan, sempatkan bertanya dengan lembut “apakah kamu ingin pee atau pup?”. Jangan terlalu sering karena bisa membuat anak tertekan.
Jika anak gagal, misal terlanjur pee atau pup di lantai. Bawa anak ke toilet dan bersihkan serta ingatkan kembali jika akan pee atau pup tempatnya di toilet. Kemudian bersihkan kotoran tanpa komentar atau menyalahkannya.

Di malam hari, ajak anak ke toilet sebelum tidur. Dan ingatkan jika si kecil ingin pee tak mengapa jika membangunkan ibu atau ayah. Jika sanggup ibu atau ayah bisa membangunkan dia di malam hari untuk mengajak dia ke toilet.

Jika anda bepergian siapkan portable potty atau cari tempat yang memiliki toilet umum.

Beberapa Catatan Tahap Dasar Toilet Training:

  • Beri anak makanan yang banyak mengandung serat dan banyak minum agar anak tidak konstipasi. Sebab konstipasi akan menyulitkan fase toilet training.
  • Pelajaran dengan visual lebih cepat ditangkap. Ayah bisa mengajarkan bagaimana cara pee yang benar pada anak laki-laki. Sebagaimana ibu juga mengajarkan kepada anak perempuan.
  • Jika anak menunjukkan tidak senang atau tidak tertarik, akhiri sesi latihan dan mulai lagi ketika anak siap.
  • Batasi minuman di malam hari. Berikan minuman maksimal 1 jam sebelum jam tidurnya.
  • Ibu bisa menggunakan sprei waterproof agar kasur tidak basah ketika anak ngompol di malam hari.
  • Toilet training adalah proses. Sehingga butuh kesabaran. Tidak perlu terburu-buru anak segera lulus toilet training. Kecelakaaan pee dan pup di lantai mungkin masih sering terjadi. Tapi itulah proses yang harus dilewati, maka nikmati saja :).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.