Manfaat dan Panduan Menjemur Bayi

Menjemur Bayi

Luangkan waktu 15 menit untuk menjemur bayi anda di bawah sinar matahari pagi untuk mendapatkan beberapa manfaatnya.

Bayi baru lahir umumnya memiliki kecenderungan kuning karena organ hatinya belum berfungsi sempurna dalam mengolah bilirubin. Ini yang dinamakan kuning fisiologis. Sinar matahari pagi memiliki spektrum sinar biru yang bermanfaat mengurangi kadar bilirubin dalam darah.

Menjemur bayi di matahari pagi tidak hanya untuk kuning tapi ada beberapa manfaat lainnya, mari kita bahas satu per satu.

Kegunaan sinar matahari pagi berikutnya untuk menghangatkan tubuh bayi sekaligus membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokannya. Alhasil, suara ngrok-ngrok napas bayi, terutama yang berbakat alergi, dapat dikurangi. Jemurlah bayi dalah posisi telentang sambil dada bayi (dari bagian bawah menuju ke leher) ditepuk-tepuk dengan lembut.

Sinar matahari pagi juga merangsang pembentukan vitamin D dalam tubuh. Vitamin ini berfungsi sebagai pembuka kalsium agar mudah terserap ke dalam aliran darah, sampai akhirnya menyatu di dalam tulang. Paparan yang dibutuhkan cukup sekitar 15 menit pada pagi hari.

Hal-Hal Perlu Diperhatikan saat Menjemur Bayi

Setelah mengetahui manfaat menjemur bayi ada beberapa yang perlu diperhatikan saat menjemur bayi di pagi hari, apa saja itu?

1. Pilih waktu yang tepat

Waktu yang paling tepat untuk menjemur bayi adalah pagi hari antara pukul 07.00-08.00 selama kurang lebih 15 menit. Jangan terlalu lama karena kulit bayi masih sensitif dan JANGAN menjemur si kecil lebih dari pukul 08.00 karena semakin siang sinar matahari mengandung sinar ultraviolet A dan B yang dapat merusak membran kulit sehingga menyebabkan kulit merah dan terbakar serta merusak mekanisme regenerasi sel.

2. Tidak menggunakan baju

Menjemur bayi dalam keadaan dada telanjang (hanya menggunakan celana/popok saja) dan bolak balikkan tubuhnya. Dengan begitu tak hanya bagian dada saja yang disinari matahari, namun juga bagian punggungnya. O, iya, perhatikan mata. Usahakan mata si kecil membelakangi pancaran sinar matahari untuk menghindari risiko rusaknya lensa dan retina matanya. Atau anda bisa juga membeli penutup mata bayi khusus untuk berjemur (merek Posey di AsiBayi.Com).

3. Pilih lokasi yang tidak terlalu terbuka

Lokasi menjemur tidak harus di udara terbuka dengan paparan sinar matahari langsung. Tempat yang agak terlindung namun dapat diterobos sinar mentari juga sudah memenuhi syarat. Terutama jika kondisi sedang berangin maka menjemur anak didalam ruangan berkaca sudah mencukupi.

4. Tidak ada batasan usia

Mengingat begitu banyak manfaat yang diperoleh, tak ada batasan usia untuk menjemur bayi di pagi hari. Umumnya bayi baru lahir sampai usia 1 minggu secara rutin dijemur demi mencegah/mengurangi tingginya kadar bilirubin. Namun bila setelah itu kebiasaan menjemur ini terus berlangsung juga tidak akan ada ruginya. Sinar matahari merangsang produksi vitamin D yang bermanfaat untuk pembentukan tulang. Asal tahu saja, pembentukan tulang akan terus berlangsung hingga usia 20 tahun.

5. Waspadai bila bayi sensitif

Ada beberapa kondisi dimana bayi mengalami fotosensitif, yaitu bayi mudah sekali timbul bercak-bercak merah pada kulit setelah dijemur. Jika bayi mengalami hal ini hentikan kegiatan menjemur.

6. Bayi prematur hendaknya jangan dijemur

Bayi prematur disarankan untuk tidak dijemur pada minggu-minggu pertama kelahirannya. Bayi prematur pada awal minggu-minggu pertama membutuhkan suhu yang stabil. Sementara saat dijemur, bayi harus mampu menyesuaikan tubuhnya dengan suhu luar hal ini dapat membahayakan keselamatannya. Kebutuhan spektrum sinar biru biasanya diganti dari sumber lampu.

7. Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur

Manfaatkan momen menjemur bayi untuk melakukan beberapa kegiatan tambahan yang bermanfaat. Contohnya melakukan pijat bayi. Gunakan baby oil ketika memijat. Minyak ini juga dapat sekaligus melindungi kulit dari kekeringan ketika dijemur.

Selain memijat bisa juga dengan sekedar bercanda dengan bayi, lakukan komunikasi dengan kontak mata dengan si kecil sambil melakukan kontak fisik dengan bayi. Ini untuk membentuk rasa aman bagi bayi.

8. Sambil Berjemur, Membersihkan Badan si Kecil

Jadwal menjemur bayi umumnya dilakukan sebelum is mandi. Gunakan momen ini untul melakukan kegiatan bersih-bersih pada bagian bayi yang susah dijangkau dengan lebih detail. Misal membersihkan bagian tubuh bayi yang kerap terlewat (seperti lipatan di sekitar daun telinga, paha dan tangan bayi) dengan kapas yang ditetesi baby oil.

9. Hati-hati hipertemi

Bila paparan sinar mentari begitu terik, kurangi waktu menjemurnya. Jika kelamaan bayi dikhawatirkan mengalami hipertermi (peningkatan suhu tubuh). Suhu ideal bayi antara 36,5°-37,5° C. Kondisi hipertermi berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh  bayi, otak dan juga fungsi organ lainnya.

Referensi:

Tabloid Nakita (Utami Sri Rahayu)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.