Tentang Toilet Training (Part 1)

Toilet Training

Toilet Training adalah masa dimana dikenalkan tentang toilet, maksudnya adalah mengetahui fungsi toilet sebagai tempat buang air dan tahu aktifitas dan perangkat apa yang ada didalamnya.

Ketika menggunakan baik itu popok sekali pakai ataupun washable cloth diaper anak hanya mengetahui jika pee atau pup bisa dilakukan saat dia menggunakan popoknya. Tapi tidak selamanya anak memakai popok kan? Nah  hal inilah yang perlu diajarkan  dan dilatih kepada anak.

Kapan mulai toilet training? Secara umum adalah ketika ibu dan anak siap. Jika anak siap tapi ibu belum siap, latihan ini akan gagal. Karena toilet training membutuhkan tenaga dan perhatian lebih dari ibu atau pengasuh. Tenaga dan perhatian lebih disini dikarenakan harus mencuci lebih banyak pakaian, mengepel lantai yang terkena pee atau pup, dan rutin membawa anak ke toilet.

Langkah pertama: Kenali Tanda-Tandanya!

Ketika anak siap untuk dilatih memiliki tanda-tanda sebagai berikut:

  • Bayi sudah mampu berjalan dengan baik dan bisa beralih dari posisi berdiri kemudian duduk.
  • Bayi sudah mulai memiliki kemampuan komunikasi yang baik (memahami bentuk perintah).
  • Bayi sudah bisa diberikan tugas yang ringan; seperti bisa mengambil pakaian, memberikan bola ke ayah, atau kegiatan sejenisnya.
  • Tertarik dengan anggota keluarga yang menggunakan toilet dan tertarik melihat apa yang terjadi di dalam toilet. Orang tua bisa mengajarkan bagaimana cara pee dan pup di dalam toilet.
  • Popoknya tetap kering selama 2 jam, yang artinya anak mampu menahan pee didalam kandung kemihnya. Bayi newborn belum memiliki kemampuan menahan pee/pup pada otot sistem ekresi mereka.
  • Hal yang tampak jelas adalah ketika bayi mencoba memberi tahu bahwa dia sedang atau telah pee dan pup. Entah dengan ocehan atau bahasa tubuhnya. Jika dia memberi tahu kita sebelum pee dan pup terjadi maka anak sudah siap dilatih.
  • Mulai tidak suka menggukan popok. Mungkin mencoba menariknya ketika basah atau kotor. Anak mulai bisa menarik popoknya ke atas maupun ke bawah.

Tidak semua tanda ini harus dipenuhi baru kita melatih anak. Cukup jika anda dan anak yakin untuk memulai maka mulailah :).

Langkah kedua: Potty atau Kloset?

Potty atau pispot adalah alat khusus untuk buang air bagi anak-anak.

Menggunakan potty memiliki kelebihan yaitu mudah dibawa dan fleksibel. Anak juga tidak terlalu takut jika menggunakan potty. Namun bisa juga mengenalkan keduanya, yakni antara potty dan kloset. Cari tahu mana yang lebih mudah dan disukai anak.

Jika menggunakan kloset duduk pastikan anda telah menginstal peralatan yang mendukung kenyamanan dan keamanannya seperti menyiapkan kursi pijakan agar anak bisa sampai ke dudukan kloset. Pastikan anda memiliki dudukan yang sesuai untuk anak.

Komunikasi yang bagus dengan anak. Hal ini bisa ditunjang dengan membacakan buku tentang toilet training dan melihat video toilet trainng.

Tips:

Mencoba menggunakan training pant pada anak, tujuannya agar dia bisa merasakan sensasi basah dan risih karena ada pup. AsiBayi memiliki berbagai macam merek training pants bisa dilihat di sini: Training Pants

Mengajarkan kata yang berhubungan dengan toilet seperti “pee pee” “pup” dll.

Bersambung ke Part II.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.